Permasalahan pendidikan di
Yang justru jarang diangkat media adalah masalah-masalah yang terkait dengan kegiatan pembelajaran yang diterapkan para guru di
Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman penulis dalam melaksanakan tugas sebagai PBS (pemandu bidang studi) IPA tingkat SD. PBS Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tingkat kabupaten, dengan tegas yaitu:
1. Menyelenggarakan kelompok kerja guru (KKG) guru IPA tiap gugus sekolah (Guslah).
2. Melaksanakan monitoring guru-guru IPA dalam proses belajar mengajar.
Berdasarkan hasil monitoring kelas pada saat pembelajaran IPA, banyak sekali masalah yang muncul yang dialami guru yaitu:
1. Guru tidak siap mengajar, dalam arti terkadang guru belum memahami konsep materi yang akan disampaikan.
2. Kesulitan memakai pelajaran, guru sering kesulitan dalam memunculkan minat belajar anak.
3. Kurang optimal dalam penerapan metode pembelajaran yang ada.
4. Kesulitan memilih dan menentukan alat peraga uang sesuai dengan materi yang diajarkan.
5. Kesulitan menanamkan konsep yang benar pada siswa, dan sering bersifat verbalisme.
Setelah ditemukan berbagai masalah dalam pembelajaran
Persoalan dalam pembelajaran merupakan suatu dinamika kehidupan guru dan murid di sekolah. Masalah itu tak akan pernah habis untuk dikupas dan tak pernah tuntas dibahas. Maka dari itu, guru hendaknya senantiasa belajar dan belajar agar dapat mengajar dan mendidik dengan seprofesional mungkin. Begitu juga murid-murid, setiap tahun berganti murid, masalah yang dihadapi guru akan berbeda pula.
Berikut ini pemaparan pengalaman belajar yang dapat dijadikan bahan pembanding bagi guru lain. Di suatu pagi dilaksanakan pembelajaran IPA di kelas 6 materi yang diajarkan adalah "darah". Penulis merencanakan dari mana pembelajaran tersebut dapat dimulai agar anak-anak senang dalam mengikuti pelajaran.
Untuk memunculkan motivasi anak belajar secara eksternal (dari luar diri anak), dimulailah pembelajaran dengan sosiodrama yang begitu mengejutkan. Tanpa diketahui murid-murid penulis menusuk ujung jari tengah dengan jarum yang telah disediakan, "Aduh .... aduh", sambil memegangi jari tengah yang ditusuk. Tak lama kemudian semua konsentrasi anak tertuju pada ujung jari berdarah, cuma pura-pura panik, dan meminta tolong salah satu murid untuk mengusap darah yang keluar dari jari tengah guru.
Dengan bergegas murid tersebut mengusap dengan perasaan cemas. Semua murid tercengang dan tertuju pada darah yang dilihatnya. Lalu guru bertanya, "Apa yang terdapat pada kapas ini?" Spontan murid-murid menjawab, "Darah, Pak." Maka, guru melanjutkan pertanyaan-pertanyaan seputar materi "darah". Hal itu ditujukan untuk melaksanakan prestasi guna mengetahui tingkat permasalahan siswa terhadap materi yang akan disampaikan. Prestasi sangat penting dalam pembelajaran karena dengan prestasi dapat memberikan prestasi sesuai kebutuhan anak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar